SBY Lebih Awal, Boediono Akui Salahi Protokoler

TRIBUNNEWS.COM — Ada satu keunikan yang terjadi dalam Rapat Kerja Pemerintah tahun 2012. Kesalahan protokoler dilakukan Wakil Presiden Boediono.

Sebagaimana diungkapkan Boediono dalam sambutan, bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah hadir lebih awal dari tadi di arena JI Expo Kemayoran, Jakarta.

Hal itu, menurut pengakuan orang nomor dua di Indonesia adalah kesalahan protokoler bahwa Presiden lebih dahulu hadir daripada dirinya. "Presiden sudah hadir dari tadi. Saya sepertinya sudah membuat kesalahan protokoler hari ini," demikian jujur diaukui mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini kepada para Menteri KIB II, Pimpinan daerah dari Gubernur hingga Bupati/Walikota dan pejabat tinggi lainnya, di Jakarta, Kamis (19/1/2012).

Lebih lanjut, Boediono mengatakan lima hal penting sebagai pengarahan membuka Raker Pemerintah 2012. Lima hal penting itu menurut RI2 ini menjadi kunci berhasil atau tidaknya kinerja pemerintahan 2012 ini baik dari tingkat nasional maupun daerah. Apalagi di tengaj ketidakpastian ekonomi globakl, tahun ini ini harus benar-benar menjadi kerja bersama semua pejabat dari pusat hingga daerah.

"2012 ini kita masuki suasana ekonomi global yang baru. Dan suasana ini dari yang kita dengar dari laporan-laporan berbagai pihak, barangkali tahun yang ngak terlalu ramah bagi berbagai negara di dunia ini. Bahkan tidak ramah dari tahun lalu. Kita optimis 2012 ini bisa melaksanakan kinerja lebih tinggi lagi. Tapi harus ditambah kewaspadaan lebih tinggi. Ini kita pegang selama 2012," tegas Boediono.

Adapun lima hal yang disebutkan Boedino adalah:

1. Isu stabilitas sosial dan politik,

2. Isu kebutuhan dasar, terutama pangan, bahkan lebih sempit lagi beras.

3. Isu lapangan kerja yang perlu dimonitor secara cermat,

4. Tata kelola pemerintahan. Dan masalah kemiskinan.